Setelah dua hari lalu terserang ulang bulu, akhirnya beach cherry saya buahnya matang. Awalnya hanya satu yang terlihat, namun setelah dibalik ternyata ada lagi yang matang.
Awal beli dulu saya juga mendapat bonus dua buah beach cherry yang matang, hanya saja buahnya rontok waktu akan dibawah pulang, sehingga terpaksa dimakan untuk menyelamatkan bijinya. Sekarang yang matang juga dua buah, jadi seperti de javu :v
Kira-kira penampakannya seperti ini:
Buahnya ada lubangnya kecil-kecil karna digerogoti ulat yang tersisa •_•
Pohon beach cherry ini cocok sekali jika dijadikan tanaman penghias rumah karna pohonnya bagus ditambah buahnya yang merah menyala menambah keasrian rumah.
Jumat, 03 Februari 2017
Selasa, 31 Januari 2017
Beach Cherry di Serang Ulat Bulu
Hari ini, di pagi ini, musibah mendatangiku. Tanaman beach cherry saya terserang hama ulat bulu yang jumlahnya puluhan, mungkin bisa sampai 100 lebih malahan. Sehingga saya pindah ke atap tetangga dan mencoba membersihkan ulat bulunya.
Ulat-ulat ini kemungkinan besar berasal dari tempat pembudidayanya. Karna saya membeli tanaman jadi ini dari Pasar Bunga Splendid Malang. Saat baru sampai di rumah saya curiga dengan sesuatu yang mirip seperti sarang laba-laba di bawah dua daun yang melekat. Saya tidak sengaja menyentuhnya saat memindahkannya. Namun, tidak curiga sedikitpun kalau itu sebenarnya adalah telur ulat.
Akhirnya tiga hari kemudian telurnya menetas. Ulat bulu kecil mengerubungi tanaman beach cerry, namun tidak sampai menyebar ke yang lain. Padahal tanaman di tempat saya mepet-mepet. Saya masih terselamatkan.
Saya tidak bisa mengambil foto saat tanamannya di kerubungi ulat bulu karna keadaan chaos pada saat itu.
Mungkin ini bisa menjadi pengalaman bagi saya dan info bagi pembaca agar memeriksa tanaman sebelum dan sesudah di beli agar kejadian serupa tak terulang kembali.
Ulat-ulat ini kemungkinan besar berasal dari tempat pembudidayanya. Karna saya membeli tanaman jadi ini dari Pasar Bunga Splendid Malang. Saat baru sampai di rumah saya curiga dengan sesuatu yang mirip seperti sarang laba-laba di bawah dua daun yang melekat. Saya tidak sengaja menyentuhnya saat memindahkannya. Namun, tidak curiga sedikitpun kalau itu sebenarnya adalah telur ulat.
Akhirnya tiga hari kemudian telurnya menetas. Ulat bulu kecil mengerubungi tanaman beach cerry, namun tidak sampai menyebar ke yang lain. Padahal tanaman di tempat saya mepet-mepet. Saya masih terselamatkan.
Saya tidak bisa mengambil foto saat tanamannya di kerubungi ulat bulu karna keadaan chaos pada saat itu.
Mungkin ini bisa menjadi pengalaman bagi saya dan info bagi pembaca agar memeriksa tanaman sebelum dan sesudah di beli agar kejadian serupa tak terulang kembali.
Senin, 30 Januari 2017
Cara budidaya tanaman mint melalui stek batang.
Dulu saya penasaran sekali dengan yang namanya tanaman mint. Cari info sana-sini di internet. Namun, tetap penasaran dan ingin melihat tanamannya secara langsung.
Katanya mbah google, tanaman ini bisa untuk obat sakit perut. Jadi tambah penasaran pingin langsung mencicipi tanaman ini.
Setelah bertapa di depan hp. Ternyata baru tau kalau mint ini mudah ditemukan di supermarket. Langsung saja tancap gas menuju Gi@nt malam-malam demi segenggam tanaman mint segar. Untung masih tersisa tiga ikat di rak sayur. Setelah dipilih yang besar dan bagus, saya pulang.
Sesampainya di rumah, langsung saya sortir yang punya akar. Karna yang sudah memiliki akar bisa langsung ditanam. Namun yang belum, harus di tumbuhkan dulu akarnya.
Caranya adalah sebagai berikut:
Cari batang yang besar, kalau bisa yang ada akarnya sedikit. Kemudian kurangi jumlah daunnya. Sisahkan sedikit saja di ujung.
Rendam batangnya dalam air bersih yang selalu diganti tiap dua hari sekali.
Berikan filter berupa kertas putih agar tanaman tidak gosong terkena matahari langsung.
Setelah beberapa hari/minggu akar tanaman akan keluar dan memanjang. Sekarang sudah bisa di pindah ke tanah. Namun jangan di kenakan matahari secara langsung, bisa mati.
Saat menanam tidurkan batang tanaman yang panjang di sepanjang diameter pot. Sisakan pucuk yang ada daunnya di atas tanah. Ini karna mint bisa menumbuhkan tunas seperti tebu di ketiak daunnya. Tunas ini sangat penting untuk perbanyakan.
Oh iya, maksudnya menidurkan batang tanaman itu seperti mengubur badan kita saat main di pantai. Ngerti kan?
Meskipun sedikit yang saya tanam. Berkat tunasnya akhirnya bisa sebanyak dan selebat ini.
Menyenangkan saat melihatnya.
Tanaman ini biasanya saya petik beberapa lembar daunnya untuk diseduh bersama teh. Teh yang dicampur mint akan terasa lebih segar.
Koloni mint di pot ini saat pagi mengeluarkan bau yang harum segar. Apalagi saat ada kucing lewat, baunya langsung semerbak segar.
Seperti biasa, tanamannya mati karna tidak dirawat dengan baik :'(
Katanya mbah google, tanaman ini bisa untuk obat sakit perut. Jadi tambah penasaran pingin langsung mencicipi tanaman ini.
Setelah bertapa di depan hp. Ternyata baru tau kalau mint ini mudah ditemukan di supermarket. Langsung saja tancap gas menuju Gi@nt malam-malam demi segenggam tanaman mint segar. Untung masih tersisa tiga ikat di rak sayur. Setelah dipilih yang besar dan bagus, saya pulang.
Sesampainya di rumah, langsung saya sortir yang punya akar. Karna yang sudah memiliki akar bisa langsung ditanam. Namun yang belum, harus di tumbuhkan dulu akarnya.
Caranya adalah sebagai berikut:
Cari batang yang besar, kalau bisa yang ada akarnya sedikit. Kemudian kurangi jumlah daunnya. Sisahkan sedikit saja di ujung.
Rendam batangnya dalam air bersih yang selalu diganti tiap dua hari sekali.
Berikan filter berupa kertas putih agar tanaman tidak gosong terkena matahari langsung.
Setelah beberapa hari/minggu akar tanaman akan keluar dan memanjang. Sekarang sudah bisa di pindah ke tanah. Namun jangan di kenakan matahari secara langsung, bisa mati.
Saat menanam tidurkan batang tanaman yang panjang di sepanjang diameter pot. Sisakan pucuk yang ada daunnya di atas tanah. Ini karna mint bisa menumbuhkan tunas seperti tebu di ketiak daunnya. Tunas ini sangat penting untuk perbanyakan.
Oh iya, maksudnya menidurkan batang tanaman itu seperti mengubur badan kita saat main di pantai. Ngerti kan?
Meskipun sedikit yang saya tanam. Berkat tunasnya akhirnya bisa sebanyak dan selebat ini.
Menyenangkan saat melihatnya.
Tanaman ini biasanya saya petik beberapa lembar daunnya untuk diseduh bersama teh. Teh yang dicampur mint akan terasa lebih segar.
Koloni mint di pot ini saat pagi mengeluarkan bau yang harum segar. Apalagi saat ada kucing lewat, baunya langsung semerbak segar.
Seperti biasa, tanamannya mati karna tidak dirawat dengan baik :'(
Melon Tabulampot
Melon Tabulampot
Siang itu gak nyangka tiba-tiba lihat ada dua bola hijau di atas pagar. Bola bola hijau itu ternyata buah melon. Padahal, tanaman melon di pot balkon itu gak pernah saya rawat sedikitpun. Bahkan pernah sekarat kering karna ditinggal mudik sama keluarga. Namun Allah berkehendak lain, Dia merawat pohon melonnya hingga berbuah. Bahkan buahnya tidak hanya dua. Namun, empat sekaligus di gerombolan pohon melon.
Ini memang kejadian yang wow untuk saya. Karna jika saya yang sengaja menanam dan merawat tanaman melon, tanamannya selalu mati sebelum berbuah. Sedangkan yang berbuah ini adalah tanaman liar yang ikut tumbuh bersama stroberi. Memang hebat kekuasaan Allah.
Melon ini tumbuh di pot kecil yang diameternya sekitar 15cm dan tumpang tindih dengan stroberi dan pepaya.
Dari pentil buah yang banyak itu. Hanya ada 3 yang bertahan dan tumbuh besar. Bahkan ada yang mulai muncul net nya di permukaan.
Kemungkinan besar buah melon ini nantinya akan matang dalam ukuran kecil, sama seperti sebelumnya. Hal ini dikarenakan saya tidak memperlakukan tanaman ini dengan spesial. Tanahnya keras, tidak pernah dipupuk, matahari cuma sebentar, hama everywhere, dan juga gangguan kucing liar yang merusak tanamannya.
Menanam melon itu sebenarnya nggak begitu repot. Ini saja yang nggak terawat bisa berbuah tiga, apalagi yang dirawat. Bisa lebih bagus hasilnya.
Ini penampakan tanaman:
Tanamannya kecil kurang gizi. Pengalaman yang lalu, saat diperllakukan spesial si melon malah mati. Jadi gak berani di apa-apain yang sekarang.
Buah yang ketiga ini nyusul. Yang ini lebih menyedihkan keadaan tanamannya :(
Berharap bisa besar dan matang juga.
Ini yang paling besar dan udah keluar net nya. Kecil gini udah mau di matangin, kasian sebenernya.
Mungkin ini saja yang bisa saya share. Nanti akan di update lagi kalau ada perkembangan. Moga aja bisa sukses berbuah nih tanaman. Aamiin....
Siang itu gak nyangka tiba-tiba lihat ada dua bola hijau di atas pagar. Bola bola hijau itu ternyata buah melon. Padahal, tanaman melon di pot balkon itu gak pernah saya rawat sedikitpun. Bahkan pernah sekarat kering karna ditinggal mudik sama keluarga. Namun Allah berkehendak lain, Dia merawat pohon melonnya hingga berbuah. Bahkan buahnya tidak hanya dua. Namun, empat sekaligus di gerombolan pohon melon.
Ini memang kejadian yang wow untuk saya. Karna jika saya yang sengaja menanam dan merawat tanaman melon, tanamannya selalu mati sebelum berbuah. Sedangkan yang berbuah ini adalah tanaman liar yang ikut tumbuh bersama stroberi. Memang hebat kekuasaan Allah.
Melon ini tumbuh di pot kecil yang diameternya sekitar 15cm dan tumpang tindih dengan stroberi dan pepaya.
Dari pentil buah yang banyak itu. Hanya ada 3 yang bertahan dan tumbuh besar. Bahkan ada yang mulai muncul net nya di permukaan.
Kemungkinan besar buah melon ini nantinya akan matang dalam ukuran kecil, sama seperti sebelumnya. Hal ini dikarenakan saya tidak memperlakukan tanaman ini dengan spesial. Tanahnya keras, tidak pernah dipupuk, matahari cuma sebentar, hama everywhere, dan juga gangguan kucing liar yang merusak tanamannya.
Menanam melon itu sebenarnya nggak begitu repot. Ini saja yang nggak terawat bisa berbuah tiga, apalagi yang dirawat. Bisa lebih bagus hasilnya.
Ini penampakan tanaman:
Tanamannya kecil kurang gizi. Pengalaman yang lalu, saat diperllakukan spesial si melon malah mati. Jadi gak berani di apa-apain yang sekarang.
Buah yang ketiga ini nyusul. Yang ini lebih menyedihkan keadaan tanamannya :(
Berharap bisa besar dan matang juga.
Ini yang paling besar dan udah keluar net nya. Kecil gini udah mau di matangin, kasian sebenernya.
Langganan:
Postingan (Atom)



















